


JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapatkan angin segar terkait kasus dugaan kampanye terselubung dalam aksi demo Israel pada 2 Januari lalu.Jampidum Abdul Hakim Ritonga sepakat dengan pendapat penyidik polri yang menyatakan bahwa kasus ini kurang bukti dan harus segera dihentikan penyelidikannya. Rencana Kepolisian segera menerbitkan SP3 adalah langkah yang tepat.
"Ya, memang (langkah SP3) itu benar, ketentuannya memang begitu," ungkap Ritonga di Gedung Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Jumat (23/1/2009).
Kasus PKS, kata Ritonga, harus menjadi pembelajaran bagi Bawaslu, Polri, Kejagung, dan pihak terkait lain dalam menangani perkara pidana pemilu. Semestinya kasus semacam itu harus terlebih dulu dilakukan gelar perkara. "Sehingga jelas apakah ada unsur pidananya atau tidak," tukasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menetapkan tiga kader PKS sebagai tersangka dalam aksi unjuk rasa menentang agreasi Israel. Mereka adalah Tifatul Sembiring, Ketua DPW PKS DKI Jakarta Triwisaksana, dan Ketua PKS Jakpus M Agus. Hingga kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan.
(Foto : Abdul Hakim Ritonga)
Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum
Penggunaan identitas PKS di dalam demonstrasi juga untuk keperluan polisi. Karena PKS tidak merancang sebagai kampanye, PKS hanya mengajukan izin berunjuk rasa ke polisi. "Izin ke polisi itu kan perlu meminta identitas yang jelas. Identitasnya partai yaitu PKS dan kemudian polisi memberikan izin," ujar calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat nomor urut 1 daerah pemilihan Sumatera Utara I itu.
“Bila ingin menurunkan kembali harga bagus-bagus saja,” kata Mahfudz melalui pesan singkat yang diterima VIVAnews, Selasa 13 Januari 2009.
Menurut Mahfudz, pemerintah harus memperhatikan masalah utama yang sekarang ini dihadapi masyarakat. Yaitu kelangkaan bahan bakar minyak dan gas yang terjadi di berbagai daerah. Selama kelangkaan itu tidak teratasi, kata Mahfud, tidak kebijakan penurunan harga itu tidak efektif mengurangi beban masyarakat.
8 bukan hanya angka setelah tujuh.
Kini ia menjadi kristalisasi gerak dan keringat
untuk menggapai cita-cita luhur yaitu perubahan!
8 adalah angka yang tidak terputus.

disiniKORSAD merupakan singkatan dari Korps Satuan Keadilan, tingkatan kepanduan tertinggi dan sekaligus instruktur dari setiap kegiatan kepanduan.
